|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 09 May 2010 23:25 |
|
ANGKLUNG SIAPA YANG PUNYA…YACH !!!
LATAR BELAKANG
Indonesia negara tercinta adalah sebuah negara dimana bambu tumbuh dimana-mana, dimulai dari Sabang di sebelah barat sampai Merauke di sebelah timur. Untuk itu tidaklah aneh bila bangsa Indonesia mengatakan bahwa bambu tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bangsa kita sehari-hari.
Pernah suatu saat seorang asing yang telah mengunjungi berbagai tempat di negara kita ini berkata bahwa bangsa Indonesia itu merupakan bangsa yang aneh; karena mereka membangun rumah mereka dari bambu, dimulai dari lantai, dinding, atap, tiang juga peralatan dapur dan kebutuhan sehari-hari semua dari bambu, bahkan makanan pun, mereka makan bambu pula, dimana di negara kita terkenal dengan rebung.
Bahkan di dalam merebut, membela dan mempertahankan negara dari tangan penjajah "bambu" tidak sedikit berperan andil (bambu runcing) dan malah sampai waktu meninggal pun bambu berperan penting (usungan jenazah).
Hal lain yang menarik, bahwa Indonesia pun pandai membuat alat musik sendiri terbuat dari bambu (suling, calung, gunsang, celempung, rengkong,Angklung, hateng dan lain sebagainya.)
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 09 May 2010 23:23 |
|
SURAT AL FATIHAH
Surat Al Fatihah merupakan sebuah surat paling agung di dalam al-Qur’an. Hal itu berdasarkan hadits Abu Sa’id bin Al Mu’alla yang dikeluarkan oleh Al Bukhari (hadits nomor 4474). Surat ini telah mencakup ketiga macam tauhid: tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid asma’ wa shifat. Tauhid rububiyah adalah mengesakan Allah ta’ala dalam perbuatan-perbuatan-Nya, seperti: menciptakan, memberikan rezeki, menghidupkan, mematikan, dan perbuatan-perbuatan Allah ta’ala yang lainnya. Maknanya Allah itu esa dalam perbuatan-perbuatan-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hal mencipta, menghidupkan dan mematikan makhluk.
Sedangkan tauhid uluhiyah adalah mengesakan Allah subhanahu wa ta’ala dengan perbuatan-perbuatan hamba seperti: dalam hal berdoa, merasa takut, berharap, bertawakal, meminta pertolongan (isti’anah), memohon keselamatan dari cekaman bahaya (istighatsah), menyembelih binatang, dan perbuatan-perbuatan hamba yang lainnya. Maka sudah menjadi kewajiban bagi setiap mereka untuk menjadikan segala ibadah itu ikhlas semata-mata tertuju kepada Allah ‘azza wa jalla sehingga mereka tidak mempersekutukan sesuatupun bersama-Nya dalam hal ibadah. Sebagaimana tiada pencipta kecuali Allah, tiada yang menghidupkan kecuali Allah, tiada yang mematikan kecuali Allah, maka tiada yang berhak disembah kecuali Allah.
|
|
Last Updated on Sunday, 09 May 2010 23:28 |
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 09 May 2010 23:20 |
|
Liem Tiang Gwan, Ahli Radar Dunia dari Semarang
Anda yang pernah atau berkali-kali mendarat di Bandara Heathrow, London, Inggris, barangkali tidak mengetahui bahwa radar (radio detection and ranging) yang digunakan untuk memantau dan memandu naik-turunnya pesawat dirancang oleh putra Indonesia kelahiran Semarang. Selain itu, banyak negara di Eropa serta militer menggunakan jasanya untuk merancang radar pertahanan yang pas bagi negaranya.
Itulah Liem Tiang-Gwan, yang selama puluhan tahun bergelut dan malang melintang dalam dunia antena, radar, dan kontrol lalu lintas udara. Maka, bagi mereka yang biasa berkecimpung dalam dunia itu, pasti tidak asing dengan pria kelahiran Semarang, 20 Juni 1930, ini.
Namanya sudah mendunia dalam bidang radar, antena, dan berbagai seluk-beluk sistem gelombang elektromagnetik yang digunakan untuk mendeteksi, mengukur jarak, dan membuat peta benda-benda, seperti pesawat, kendaraan bermotor, dan informasi cuaca.
|
|
Read more...
|
|
Ir. H. DJUANDA KARTAWIJAYA |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 09 May 2010 23:12 |
|
Pahlawan Tanah SUNDA
Ir. H. DJUANDA KARTAWIJAYA: PERDANA MENTERI DAN PEJUANG LAUT YANG TANGGUH
Nggak banyak generasi masa kini yang mengenal sosok Ir. H. Djuanda Kartawidjaja, meski namanya sudah sangat banyak diabadikan ke dalam nama jalan, nama bendungan, nama stasiun kereta api (di Jakarta) dan bahkan nama bandar udara di kota Surabaya. Banyak tokoh-tokoh yang hidup semasanya juga berpikir yang sama bahwa dalam dua puluh tahun terakhir ini namanya tidak menjadi buah bibir generasi muda, padahal Ir. H. Djuanda Kartawidjaja telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasiona RI. Walah, jangan-jangan banyak para elit Republik ini mengalami sindrom yang sama, yaitu sama sekali tidak mengenalnya. Ironis...
Tentunya hal ini menjadi kepedulian kita bersama. Perlu diketahui, bahwa sejak masa awal kemerdekaan (1946) sampai meninggalnya 6 Nopember 1963 dalam usia 52 tahun, Ir. H. Djuanda K. selalu mendapat kepercayaan menjadi menteri dalam berbagai kabinet, bahkan ketika meninggal masih menjabat sebagai Menteri Pertama antara tahun 1959-1963, dan sebelumnya adalah Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan selama tahun 1957-1959.
|
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 09 May 2010 22:59 |
|
PERJUANGAN RAKYAT JAWA BARAT
MEMPERTAHANKAN DAN MENEGAKKAN KEDAULATAN REPUBLIK INDONESIA DARI RONGRONGAN SEKUTU (1945-1946)
Abstraksi
Pada awal kemerdekaan negera Republik Indonesia, rakyat Jawa Barat ikut aktif dalam perjuangan mempertahankan dan menegakkan kedaulatan negara Republik Indonesia dari berbagai rongrongan dan gangguan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam negeri. Perjuangan rakyat Jawa Barat tercermin dalam bentuk pertempuran-pertempuran yang terjadi di hampir seluruh wilayah Jawa Barat. Berkobarnya pertempuran itu menunjukkan gigihnya semangat perlawanan rakyat Jawa Barat menentang segala upaya Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia.
Pendahuluan
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, telah membawa rakyat Indonesia untuk memasuki tahapan baru, yaitu tahapan untuk memepertahankan dan mengisi kemerdekaan. Upaya tersebut tidak dapat berjalan mulus, karena masih adanya upaya Belanda un-tuk kembali ke Indonesia. Oleh karena itu, upaya awal dalam mengisi kemerdekaan Indonesia adalah upaya mempertahankan kemerdekaan itu sendiri dari rongrongan luar yang hendak menghancurkan kemerdekaan Indonesia, terutama dari pihak Belanda dan Sekutu.
Upaya mempertahankan kemerdekaan itu tidak hanya dilakukan oleh pemerintah Republik Indonesia, tetapi seluruh rakyat Indonesia. Rakyat Jawa Barat sebagai bagian dari rakyat Indonesia, ikut andil dalam upaya menegakkan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka bergabung dalam berbagai kesatuan BKR dan laskar rakyat.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>
|
|
Page 1 of 4 |