|
COLUMBUS BUKAN PENEMU BENUA AMERIKA |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 09 May 2010 22:58 |
|
PERCAYAKAH ANDA, BAHWA ORANG YANG PERTAMA KALI MENEMUKAN BENUA AMERIKA BUKANLAH CHRISTOPHER COLUMBUS? TERNYATA DI PULAU ITU, SEKITAR ABAD KE–5 M, PERSISNYA SEMENJAK 700 TAHUN SEBELUM COLUMBUS DATANG, TELAH DIHUNI OLEH ORANG-ORANG INDIAN DARI SUKU CHEROKEE YANG MENGANUT SISTEM PEMERINTAHAN ISLAM.
BERMULA DARI NEGARA SPANYOL. ATAS PERINTAH RAJA FERDENNAND, LAKSAMANA COLUMBUS MENGADAKAN PERJALANAN MENGARUNGI LUASNYA LAUTAN DENGAN BERTUJUAN MENCARI DAERAH BARU. MEREKA BERANGKAT TERUS MENUJU KE BARAT DAN TERLANTAR KE BERBAGAI PULAU HINGGA MENDARAT DI ‘PULAU BARU’, YANG KINI DISEBUT AMERIKA.
SEKITAR ABAD KE–5, JAUH SEBELUM LAKSAMANA COLUMBUS MENDARAT DI BENUA BARU TERSEBUT, ORANG-ORANG ISLAM TELAH MENGINJAKKAN KAKI DI PULAU ITU, MEREKA DISAMBUT DENGAN HANGAT OLEH PENDUDUK SETEMPAT YANG MERUPAKAN KETURUNAN DARI BENUA AFRIKA.
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 09 May 2010 22:45 |
|
Pahlawan Tanah Sunda
PENGHULU H HASAN MUSTAFA ( PHH MUSTOPA )
Haji Hasan Musthafa adalah sosok Pujangga dan Sastrawan Sunda. Ia lahir pada tanggal 3 Juni 1852 M. bertepatan dengan 4 Sya'ban 1268 H. di Cikajang Garut, sebuah wilayah yang terletak di Bagian Timur Kota Priangan. Dia adalah putera ke tiga dari pasangan Nyi Mas Salpah dan Mas Sastramanggala yang kemudian namanya berubah menjadi Utsman.
Hasan Musthafa lahir dalam lingkungan keluarga terpandang. Ayahnya adalah keturunan Tumenggung Wiratanubaya, seorang Bupati di Parakanmuncang, dan menjabat sebagai Camat di Cikajang. Leluhur ayahnya memiliki keterkaitan erat dengan Raja terkenal dari Kerajaan Pajajaran, yaitu Prabu Kiansantang.
|
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 09 May 2010 22:43 |
|
Pahlawan Tanah Sunda
SYEIKH NAWAWI AL BANTANI
Syekh Nawawi Banten (1230-1314 H/1813-1897 M) alias Syaikh Nawawi Al-Jawi Al-Bantani Asy-Syafi’i adalah satu dari tiga ulama Indonesia yang mengajar di Masjid Al-Haram di Makkah Al-Mukarramah pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Dua yang lain ialah muridnya, Ahmad Khatib Minangkabau, dan Kiai Mahfudz Termas (wafat 1919-20 M).
Nama lengkapnya ialah Abu Abdul Mu’thi Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin Arabi al-Jawi al-Bantani. Ia dilahirkan di Tanara, serang, Banten, pada tahun 1230 H/ 1813 M. Ayahnya seorang tokoh agama yang sangat disegani. Ia masih punya hubungan nasab dengan Maulana Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati (Cirebon). Istrinya yang pertama bernama Nasimah, juga lahir di Tanara. Darinya, Syekh Nawawi dikaruniai tiga putri, Nafisah, Maryam, dan Rubi’ah. Istrinya yang kedua, Hamdanah, memberinya satu putri: Zuhrah. Konon, Hamdanah yang baru berusia berlasan tahun dinikahi sang kiai pada saat usianya kian mendekati seabad. Pada usia 15 tahun, Nawawi muda pergi belajar ke Tanah Suci Makkah, karena saat itu Indonesia –yang namanya masih Hindia Belanda- dijajah oleh Belanda, yang membatasi kegiatan pendidikan di Nusantara. Beberapa tahun kemudian, ia kembali ke Indonesia untuk menyalurkan ilmunya kepada masyarakat.
|
|
Read more...
|
|
SEJARAH BENDERA MERAH PUTIH |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 09 May 2010 22:40 |
|
Bila kita melihat deretan bendera yang dikibarkan dari berpuluh-puluh bangsa di atas tiang, maka terlintas di hati kita bahwa masing-masing warna atau gambar yang terdapat di dalamnya mengandung arti, nilai, dan kepribadian sendiri-sendiri, sesuai dengan riwayat bangsa masing-masing. Demikian pula dengan bendera merah putih bagi Bangsa Indonesia. Warna merah dan putih mempunyai arti yang sangat dalam, sebab kedua warna tersebut tidak begitu saja dipilih dengan cuma–cuma, melainkan melalui proses sejarah yang begitu panjang dalam perkembangan Bangsa Indonesia.
1. Menurut sejarah, Bangsa Indonesia memasuki wilayah Nusantara ketika terjadi perpindahan orang-orang Austronesia sekitar 6000 tahun yang lalu datang ke Indonesia Timur dan Barat melalui tanah Semenanjung dan Philipina. Pada zaman itu manusia memiliki cara penghormatan atau pemujaan terhadap matahari dan bulan. Matahari dianggap sebagai lambang warna merah dan bulan sebagai lambang warna putih. Zaman itu disebut juga zaman Aditya Candra. Aditya berarti matahari dan Candra berarti bulan. Penghormatan dan pemujaan tidak saja di kawasan Nusantara, namun juga di seluruh Kepulauan Austronesia, di Samudra Hindia, dan Pasifik.
|
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 09 May 2010 22:38 |
|
SULTAN HAMID AL KADRI II
Pencipta Lambang Burung GARUDA
Pencipta lambang negara Burung Garuda adalah Sultan Abdurrahman Hamid Alkadrie II. Nama bekas Menteri Negara RIS ini ditenggelamkan pemerintah Sukarno karena dikaitkan dengan pemberontakan Westerling.
Liputan6.com, Pontianak:
Siapa pencipta lambang negara Republik Indonesia, Burung Garuda? Muhammad Yamin. Bukan. Kreator lambang negara RI itu adalah Sultan Hamid Alkadrie II. Namun, kiprah Sultan Hamid II tenggelam setelah namanya dikait-kaitkan dengan peristiwa Westerling. Di hari peringatan ke-60 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2005, pihak keluarga Sultan Hamid II meminta pemerintah tidak melupakan jasa tokoh dari Kalimantan Barat ini.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>
|
|
Page 2 of 4 |